Perilaku Anak yang tidak pantas dan cara mengatasinya

perilaku anak

Seringkali kita menghadapi perilaku Anak kita yang diluar kebiasaan, seperti menampilkan agresi, menggigit, memukul, rengekan yang berlebihan, mengamuk dan perilaku-prilaku yang di luar kendali. Banyak sekali yang mengatakan hal tersebut disebut sebagai perilaku buruk atau perilaku menyimpang, saya lebih memilih memilih perilaku tersebut sebagai perilaku menantang (challenging behavior). karena dibalik perilaku anak kita sebenarnya banyak faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhinya. Jadi kalau di blog ini saya sebut perilaku menantang atau challenging behavior, Anda sudah mengerti maksud saya.

Mengahadapi perilaku anak yang menantang ternyata kita selama ini seringkali salah dalam bertindak, karena kita secara tidak sadar sebagian besar apa yang kita lakukan sebenarnya bukan merespon terhadap penyebab sebenarnya dari perilaku anak melainkan reaksi yang dilandasi oleh emosi dan ketidak mau tahuan terhadap Apa yang terjadi. Ya…reaksi kita apalagi kalu kita sedang capek atau emosi tinggi, sering kali kita tidak memahami mengapa anak kita melakukan perilaku menantang atau diluar kebiasaan.

3 Alasan Perilaku Anak di Luar Kebiasaan

Berikut 3 Alasan Perilaku Menantang pada Anak kita. Pahami betul dan berikan respon sesuai dengan penyebabnya.

Anak Anda memiliki kebutuhan yang sah yang tidak terpenuhi, seperti makanan, air, perhatian, kedekatan, rasa memiliki, rasa hormat, istirahat, kasih sayang, latihan, stimulasi, belajar, dll.

Anak Anda tidak memiliki cukup informasi situs poker online atau pemahaman tentang situasi. Dia mungkin terlalu muda untuk memahami atau ingat aturan. Oleh karena itu ia mungkin membutuhkan lebih banyak komunikasi atau pendidikan tentang hal itu.

Anak Anda mungkin memiliki akumulasi stres dari masa lalu, dan karena itu tidak mampu berpikir jernih. Dia mungkin mengalami emosi yang kuat, ia mungkin takut, marah, marah, kecewa, tidak aman, dll.

Tanyakan pada diri sendiri tiga pertanyaan diatas agar membebaskan diri Anda dari model pengasuhan yang reaktif dan merespon lebih cerdas dan elegan untuk anak Anda dengan memahami alasan sebenarnya mengapa ia menunjukkan perilaku menantang. Dengan demikian kita akan bisa merespon sesuai dengan kebutuhan Anak kita.

Demikian tips mengenai perilaku anak berikutnya saya akan coba menuliskan kedahsyatan kemampuan healing dari menangis yang bisa mengubah perilaku anak.

Motivasi Anak Anda dengan Hipnotis (Hypnosleep)

Ada banyak cara untuk motivasi Anak Anda untuk melakukan hal-hal yang Anda perintahkan atau kebiasaan-kebiasaan baik yang ingin Anda tanamkan semenjak dini, antara lain:

  • Memberikan Contoh Kebiasaan Baik oleh Orang Tua.
  • Dengan memberikan permainan yang edukatif sejak dini.
  • Dengan memberi pujian yang wajar terhadap setiap hasil karya anak.
  • Motivasi anak dengan hypnosleep.

Selain cara cara diatas Anda bisa menggunakan teknik Hypnosleep untuk motivasi Anak Anda. HypnoSleep adalah kondisi hipnosis yang dihasilkan dari kondisi tidur. Sebelumnya Anda sudah pernah belajar cara menghipnotis orang dari kondisi sadar. Nah, sekarang Anda belajar menghipnotis untuk motivasi anak anda dari kondisi tidur. Keuntungan dari teknik HypnoSleep antara lain:

  • Tidak perlu pre-talk.
  • Subyek tidak perlu memenuhi tiga syarat hipnosis (bersedia, percaya dan tidak takut).
  • Subyek tidak tahu kalau dirinya dihipnotis ketika tidur (amnesia spontan).

Teknik ini bisa digunakan untuk menanamkan sugesti kepada orang dewasa atau anak-anak yang sudah memahami bahasa verbal. Meskipun bisa digunakan untuk orang dewasa, tetapi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, saya menyarankan Anda untuk menggunakan teknik ini kepada anak-anak saja, kecuali Anda tahu bagaimana melakukan langkah pengamanan apabila diterapkan kepada orang dewasa.

Mendidik Anak Sejak Usia Dini itu Sangat penting

mendidik anak

Pendidikan Anak terutama pendidikan anak usia dini memegang peran dan pengaruh yang sangat besar dalam membangun dan membentuk karekter jangka panjang pada anak. Bahkan keberhasilan dan kesuksesan seseorang pada masa remaja dan tuanya juga sangat dipengaruhi oleh pendidikan yang dilaluinya di masa kecilnya. Oleh karena itulah, para orang tua harus benar-benar memberikan perhatian dan curahan yang besar pada anak-anaknya semenjak dari usia dini.

Salah dalam mendidik anak sejak dari awal atau dini akan memberikan pengaruh yang buruh bagi perkembangan dah bahkan kesuksesan si anak pada masa remaja dan tuanya. Salah didalam memerikankan dan menerapakan pendidikan anak semenjak usia dini akan sangat berakiba fatal mada masa yang akan datang.

Kita melihat sebuah kenyataan yang sangat memprihatinkan pada akhir-akhir ini. Karekter anak-anak Indonesia telah berada pada keadaan yang sangat memilukan. Kemunduran moral dan adap pada anak-anak kita semakin merosot. Kita sering mendengar ulasan dan informasi di berbagai media bahwa kenakalan remaja semakin hari semakin menjadi-jadi. Anak durhaka dan menentang orang tua sudah biasa kita dengar kejadian dan beritanya.

Anak remaja mulai harus di waspadai

Bahkan tidak berhenti sampai disitu, kenakalan anak remaja sudah semakin menjadi dengan semakin meningkatnya sek bebas, anarkisme, dan kerusakan moral dan akhlak lainya. Siapa yang salah dari itu semua?. Tidak perlu mencari kambing hitam tentang siapa yang salah dari semua keadaan ini. Yang jelas itu semua terjadi melalui proses yang panjang dan komplek.

Namun kalau kita runut dari semua keadaan pada anak-anak di atas, yang paling sangat berpengaruh menciptkan keaadaan anak seperti di atas adalah penerapan pendidikan anak yang salah semenjak mereka usia dini. Terutaman pendidikan moral, adab dan akhlak anak. Pendidikan anak usia dini dalam masalah akhlak, moral dan adab harus sudah diterapkan semenjak dari kecil.

Penerapan pendidikan semenjak dari usia dini mempunyai peran besar dalam membangun dan membentuk karakter anak. Salah dalam mendidik anak dari usia dini akan membentuk karekter yang kurang bagus. Demikian sebaliknya, penerapan pola pendidikan yang benar insya Allah akan membentuk karakter yang baik berupa, kemandirian, percaya diri, akhlak, adab dan moral yang terpuji.

Memiliki anak dengan karakter-karakter yang baik dan terpuji tentu adalah idaman semua orang tua. Oleh karena itulah, semua orang tua harus menyadari bahwa pembentukan karakter melalui proses yang panjang dan dini. Terlambat apalagi tidak mengerti bagaimana peran orang tua dalam membentuk karakter anak akan sangat beresiko bagi perkembangan karakter, kesuksesan, dan keberhasilan anak di masa yang akan datang.

Mendidik anak dengan asupan yang menyenangkan

Melalui web yang sederhana ini, kita mencoba untuk memberikan sumbangsih kepada masyarakat khususnya para orang tua bagaimana cara atau metode yang baik dan tepat untuk diterapakan dalam mendidik dan membentuk anak mereka sehingga bisa membentuk karakter yang bisa diharapkan oleh para orang tua.

Mudah-mudahan ulasan yang kami berikan melalui web ini bisa sedikit memberikan solusi bagi keluarga Indonesia bagaimana mereka mendidik anak yang baik dan berkarakter. Yang jelas pendidikan anak terutama pendidikan anak usia dini sangat vital dan mendesak untuk mereka berikan dan lakukan.

Pengertian Kepribadian Menurut Para Ahli

Pengertian Kepribadian Menurut Para Ahli

Pengertian Kepribadian Menurut Para Ahli – Kepribadian merupakan keseluruhan cara dari seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu yang lain. Kepribadian sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur ditunjukkan oleh seseorang.

Disamping itu kepribadian juga sering diartikan sebagai ciri-ciri yang paling menonjol pada diri seorang individu, seperti kepada orang yang pemalu dan dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”. Begitu juga kepada orang supel dan diberikan atribut “berkepribadian supel” serta kepada orang yang plin-plan, pengecut, atau semacamnya dan diberikan atribut “tidak punya kepribadian”.

14 Pengertian Kepribadian Menurut Para Ahli

Adapun berdasarkan pemikiran ahli yang memiliki pandangan yang berbeda, namun dalam tujuan yang sama dalam mengartikan kepribadian:

1 . Gordon Allport, menyatakan bahwa kepribadian itu sebagai suatu organisasi (berbagai aspek psikis dan fisik) yang merupakan suatu struktur yang sekaligus proses. Jadi, kepribadian itu merupakan sesuatu yang bisa berubah. Secara eksplisit Allport menyebutkan, bahwa kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan.

2 . Koentjaraningrat, Menurutnya Kepribadian merupakan beberapa ciri dari watak yang diperlihatkan oleh seseorang secara lahir, konsisten, dan konsukuen. Setiap manusia itu melakukan proses sosialisasi. Proses sosialisasi ini berlangsung selama manusia itu masih hidup didunia. Kepribadian seseorang individu bisa terbentuk dalam bertingkah laku, sehingga individu tersebut memiliki identitas khusus yang berbeda dengan orang lain.

3 . George Herbert Mead, Menurutnya kepribadian merupakan tingkah laku manusia dalam berkembang, melalui perkembangan diri. Perkembangan dari kepribadian dalam diri seseorang ini berlangsung seumur hidup. Menurutnya, manusia akan berkembang secara bertahap dengan situs agen sbobet interaksi dengan anggota masyarakat.

4 . Theodore M Newcombe, Menurutnya kepribadian merupakan organisasi sikap-sikap yang dimiliki oleh seseorang sebagai latar belakang terhadap prilaku.

5 . Roucek dan Warren, Menjelaskan kepribadian merupakan organisasi faktor-faktor sosiologis, psikologis, serta biologis yang didasari oleh prilaku individu.

6 . Yinger, Menurutnya kepribadian merupakan keseluruhan tingkah laku dari seseorang dengan suatu sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi.

7 . Robert Sutherland, Menurutnya kepribadian merupakan abstraksi individu dan kelakuannya yang sebagaimana halnya sama lingkungan masyarakat dan kebudayaan. Maka dari itu kepribadian digambarkan sebagai suatu hubungan saling memengaruhi antara tiga aspek tersebut.

8 . M.A.W. Brower, menurutnya kepribadian merupakan corak tingkah laku sosial dari seorang individu yaitu meliputi keinginan, opini, dorongan, dan kekuatan, serta prilaku-prilaku seseorang.

9 . Roucek dan Warren, Menjelaskan kepribadian ialah sebagai kelompok faktor-faktor psiologis, biologis, dan sosiologis yang didasari dari prilaku individu itu sendiri. Faktor-faktor biologis tersebut juga meliputi keadaan fisik, watak, seksual, sistem saraf, proses pendewasaan individu yang bersangkutan, serta juga kelainan-kelainan biologis lainnya.

10 . Horton, menurutnya kepribadian merupakan keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi, dan temperamen seseorang. Sikap, perasaan, ekspresi, dan temperamen itu akan terwujud dalam tindakan dari seseorang jika dihadapkan pada situasi tertentu.

11 . Schaefer dan Lamm, mendefinisikan kepribadian sebagai keseluruhan pola sikap, kebutuhan, cirri-ciri khas, dan perilaku seseorang.

12 . Atkinson, menjelaskan bahwa kepribadian merupakan pola dari perilaku dan cara berpikir khas, yang menentukan penyesuaian diri individu terhadap lingkungan. Kepribadian juga mencakup kepribadian umum yang dapat diamati oleh orang lain serta kepribadian yang terdiri dari pikiran dan pengalaman yang jarang diungkapkan.

13 . Kimmel, mengatakan bahwa meskipun terdapat beberapa definisi kepribadian yang berbeda, namun hampir dari semua teori tersebut menekankan definisi kepribadian pada 3 (tiga) karakteristik utama, yaitu:

Kepribadian merefleksikan keunikan dari individu sebagai person
Teori- teori dari kepribadian memfokuskan pada sifat-sifat individu yang cukup stabil selama periode waktu yang lama dalam situasi yang berbeda -beda

Kepribadian itu dilihat sebagai hubungan antara individu dengan lingkungan fisik serta sosialnya, dalam pengertian bahwa kepribadian tersebut merefleksikan pola-pola atau cara-cara individu beradaptasi dengan lingkungan.

14 . Menurut Hjelle & Ziegler, perbedaan pendapat mengenai definisi kepribadian tersebut terjadi karena kepribadian yang dipahami, dan perbedaan antara teori kepribadian itu memperlihatkan mengenai perbedaan pandangan asumsi-asumsi dasar manusia.

Itulah sekilas pengertian dari Kepribadian, semoga artikel diatas bermanfaat dan sampai jumpa lagi.

Rumah Anda Membentuk Harga Diri Anak Anda

Pernahkah kita melihat, atau bahkan mengalami sendiri, saat berada diluar rumah atau saat kita berbicara kepada orang lain kita menjadi begitu sabar dan sopan. Tetapi sebaliknya begitu kita masuk ke pintu rumah sendiri dan berinteraksi dengan pasangan dan anak-anak, kita merasa masuk ke dalam daerah kekuasaan dimana bisa dengan bebas dan seenaknya melampiaskan emosi.

Situasi rumah yang seperti itu, menjadikan rumah seakan-akan sekedar tempat persinggahan saja seperti layaknya sebuah hotel, hanya untuk tidur pada malam hari. Mengapa bisa terjadi demikian ? Karena rumah bukan lagi tempat yang nyaman, tenang dan damai bagi anak-anak terutama bagi yang mulai beranjak remaja atau dewasa.

Rumah, sebenarnya tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal saja. Rumah, seharusnya juga simbol rasa aman. Ketika anak masuk ke dalam rumah, seharusnya dia mendapat kepastian akan memperoleh perasaan aman, dicintai dan dihargai. Bukan kepastian akan adanya pertengkaran, dan kekerasan baik fisik maupun verbal. Terlebih lagi kalau pertengkaran itu adalah pertengkaran orang tuanya, maka rasa aman dan kepercayaan mereka akan segera hilang. Seringkali komunikasi antara orang tua dengan anak remajanya akan segera terputus, karena mereka lebih memilih berada diluar rumah.

Ada kata pepatah yang mengatakan “guru kencing berdiri murid kencing berlari”. Hal ini sangat tepat karena apa yang dilakukan oleh orang tuanya akan ditiru anak-anaknya. Anak-anak belajar dari apa yang dilihat sehari-hari dalam keluarganya. Pertengkaran antar pasangan apalagi kalau sampai pada saling melontarkan kata-kata penghinaan secara terbuka di depan anak-anak, menjadikan sang anak merasa tak berdaya dan bersalah. Dengan pemikiran yang masih terbatas, si anak akan memaknai bahwa “hal ini terjadi karena salahku” atau “aku bertanggung jawab atas kejadian ini”. Pertengkaran diantara kedua orangtuanya membuat anak merasa dirinya “kecil” dan harga dirinya akan “rusak”. Tidak perlu heran kalau pergaulan sosialnya menjadi terhambat, karena si anak akan membatasi pergaulannya. Anak seperti ini tidak berani mengajak temannya bermain ke rumah karena takut temannya akan melihat pertengkaran orangtuanya yang tentunya sangat memalukan bagi si anak. Dalam tahap yang parah, bepergian satu keluarga pun akan membuat si anak merasa tidak nyaman dan malu, karena ada kekawatiran kalau sewaktu-waktu terjadi pertengkaran di depan umum.

Perasaan malu yang sudah tertanam dalam diri si anak mengakibatkan harga diri rendah yang nantinya akan menghalangi pendidikan anak dan pencapaian kesuksesan di masa depan si anak. Hal ini telah terbukti dari banyaknya kasus terapi klien dewasa dimana masalahnya sebagain besar berakar pada harga diri yang rendah, yang diawali oleh adanya pertengkaran orangtua klien.

Berikut adalah tips-tips untuk membangun rasa damai dan aman di rumah :

  • Apabila kita ingin melakukan koreksi kepada pasangan, landasi dengan rasa hormat dan fokus pada solusi. Katakan di ruang tertutup yang tidak terlihat atau terdengar oleh anak-anak. Pertengkaran terbuka apalagi disertai dengan pembunuhan karakter, melukai dan menakutkan anak-anak secara emosional.
  • Tidak penting siapa yang salah dan siapa yang benar, anak-anak tidak mengerti dan tidak memerlukan hal itu. Anak-anak hanya perlu orangtuanya hidup rukun dan damai.
  • Belajarlah mengontrol emosi. Semua bentuk emosi termasuk marah tidaklah buruk, namun yang berdampak negative adalah apabila tidak bisa mengontrol emosi, dan melampiaskannya kepada pasangan dan anak-anak.
  • Kalau ada perilaku anak yang tidak kita setujui, jangan membesarkan masalahnya melainkan fokuskan dan ajarkan anak untuk mencari penyelesaian (solusi) .
  • Berikan dukungan dengan mengungkapkan kalimat dukungan minimal satu kalimat setiap hari kepada semua anggota keluarga.

Contoh kalimat dukungan untuk anak : “Nak, papa/mama mengerti perasaanmu saat harus menghadapi ini semua, papa/mama ingin kamu tahu bahwa sebagai satu keluarga kita akan bersama-sama menghadapi dan mencari jalan keluarnya bersama-sama.”

Contoh kalimat dukungan untuk pasangan : “Tahukah kamu salah satu keputusan terbaik dalam hidupku adalah memutuskan untuk menikah denganmu ?”

  • Selalu usahakan melihat hal negatif dari sudut pandang positif dan besarkan yang positif tersebut. Dibalik hal negatif pasti ada hal positif yang bisa diambil sebagai pelajaran, sebagai contoh : Saat seorang anak menumpahkan makanannya, hal negatifnya jangan dibesarkan dengan memarahinya tetapi sebaliknya katakan : “Kamu kaget ya…? Ini proses supaya lain kali kamu lebih hati-hati, ayo sekarang kita bereskan sama-sama … mama/papa bantu ambil sapu dan lap dan kamu yang sapu dan lap ya.”

Situasi emosional yang aman di rumah akan membuat seorang anak :

  • Berani mengungkapkan pendapat, ide-idenya kepada orang lain dan dengan demikian mempunyai “kontrol diri” yang baik sehingga berani mewujudkan impiannya.
  • Belajar dan berani menghadapi berbagai situasi sosial yang beragam dan penuh dengan tantangan.
  • Belajar memandang dunia dengan perspektif yang benar. Jika mereka dibesarkan dalam suasana aman, maka hal itulah yang tertanam dalam pikiran bawah sadarnya, sehingga merekapun memandang dunia ini sebagai tempat yang aman dengan orang-orang yang beritikad baik. Sebaliknya jika dibesarkan dalam suasana penuh ancaman, merekapun memandang dunia sebagai tempat yang tidak aman, setiap orang adalah jahat dan harus curiga kepada setiap orang, sebagai akibatnya maka mereka akan menarik banyak hal-hal negatif masuk dalam hidupnya.

Setelah kita semua mengetahui betapa besar peran dan pentingnya suasana aman dan damai di rumah terhadap pengembangan anak dan pertumbuhan anak , kami mengajak segenap orangtua untuk mempraktekkan tips-tips diatas demi kebahagiaan dan kesusksesan masa depan anak-anak kita.